Daftar film tayang Indonesia pekan ini bertambah dengan adanya Bebek Belur. Film yang diangkat dari sebuah iklan motor itu tidak memasang bintang muda papan atas untuk menjadi daya tarik.
Nilai lebih justru coba ditampilkan oleh kemunculan banyak artis senior papan atas. Ada Slamet Rahardjo, Deddy Mizwar, Didi Petet, Jajang C. Noer, Ida Kusumah, Rima Melati, Ully Artha, Nungki Kusumastuti, Sam Bimbo, dan Toro Margens.
Sementara dari generasi mudanya, film tersebut didukung Mario Irwinsyah, Rini Yulianti, grup lawak Bajaj, grup band Gigi, Tessa Kaunang, dan Valentino. Film Bebek Belur bergenre komedi. Ceritanya, Dadang (Mario) berpacaran dengan Sari (Rini). Keduanya berencana menikah. Sayang, rencana itu ditentang ibu Rini (Ully Artha) karena Dadang hanya pekerja bengkel.
Lalu datanglah Pak Toro (Toro Margens), saudagar kaya dari Desa Cibebek. Secara tidak sengaja, Toro yang sudah memiliki istri (Rima Melati) melihat Sari dan berniat mendapatkannya. Dimulailah trik-trik klasik yang dilancarkan Toro untuk merebut hati Sari, yaitu dengan memberinya harta. Sari memang tidak suka, tapi ibunya sangat gembira. Sebab, sudah lama dia mendambakan hidup kaya.
Sepanjang 108 menit durasi film, sutradara Adrianto Sinaga memberikan adegan-adegan lucu. Sutradara kelahiran Medan itu membuka film produksi The Agency dan Squarebox itu dengan adegan yang ber-setting di luar negeri. Mulai dari jalanan, patung Liberty, hingga ledakan bom. Tiba-tiba gambaran itu berubah ke sebuah gerbang desa bertulisan Cibebek dengan sawah terhampar di mana-mana.
Hanya, karena terlalu banyak pemain, karakter tiap peran memang tidak terlalu kuat. Namun, tujuan utama film yang akan mulai tayang di bioskop hari ini tersebut memang bukan menyajikan kualitas terbaik, tapi berusaha memberikan suguhan menghibur. Itu diungkapkan Slamet. “Film ini menghibur dan hiburan yang sehat itu bagus,” tuturnya.
Ketika ditawari bergabung di film tersebut, Slamet sempat bingung. Pasalnya, dia merasa tidak bisa melucu. “Tapi, karena bayarannya gede, saya mau lah,” katanya lantas tertawa.
Alasan peraih tiga piala Citra itu mau menerima tawaran tersebut adalah komedi yang ditampilkan komedi situasi. “Kalau komedinya saya harus memerankan terpeleset kulit pisang, ya jelas tidak bisa,” lanjutnya.
Mario yang menjadi pemeran utama di film tersebut memiliki pendapat lain selama membuat film itu. Yakni, para pemainnya kebanyakan adalah teman mamanya, Ida Leman. “Gimana ya, serasa reuni. Soalnya, dulu waktu masih kecil, saya juga sering ketemu beliau-beliau kalau ikut mama,” kenangnya.
Melky, salah seorang personel Bajaj, ternyata juga teman SMP Mario. Jadi, dengan alasan itu, pria yang kini dekat dengan artis Ardina Rasti tersebut merasa tidak memiliki kesusahan saat harus menimbulkan chemistry dengan pemain lain. Paling-paling dirinya hanya canggung ketika harus satu frame dengan Jajang yang berperan sebagai ibunya. “Waduh, rasanya gimana gitu main bareng Tante Jajang. Canggung. Soalnya sadar kemampuan akting dia jauh di atasku,” paparnya.
JPNN
Artikel yang berhubungan :
Komentar :