Diam-diam, produk kesenian Ponorogo banyak yang menembus pasar internasional. Selain reyog yang sudah mendunia, masih ada satu lagi yang sudah menembus pasar Jepang. Yakni, seni wayang kulit. ”Baru saja kami mendapat pesanan wayang yang akan dikirim ke Jepang,” terang Sutikno, perajin kulit asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo (Kota).
Meski tak hanya membuat wayang kulit, namun pesanan dari negeri Sakura itu mayoritas wayang kulit. Mereka beralasan, wayang buatannya masih memiliki corak asli. Selain itu, kerangka wayang atau biasa disebut gapit juga terbuat dari bahan terbaik. ”Jadi meskipun dibanting tidak rusak,” tambahnya.
Selain wayang, Sutikno juga membuat berbagai kaligrafi Islam ber bahan dasar kulit. Khusus kaligrafi tersebut, hanya untuk pasar dalam negeri. Seperti Kalimantan, Aceh dan Sumatera. ”Mereka biasanya orang yang pernah ke Ponorogo dan melihat langsung. Dari situlah ada pesanan konsumen lainnya,” ujarnya.
Selama ini Sutikno hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Sehingga meski hanya mengerjakan sendiri, dia masih bisa memenuhi pesanan itu. ”Setiap hari selalu saja ada yang dikerjakan meski tak banyak,” ujarnya.
JPNN
Artikel yang berhubungan :
Komentar :