Ratusan siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Ponorogo dipastikan tidak lulus mengikuti ujian nasional. Berdasarkan data dinas pendidikan setempat, ada 146 siswa yang gagal unas. Pasalnya, nilai akumulatif ujian mereka di bawah 5,5. ”Karena tak memenuhi standar nasinoal ya akhirnya tidak lulus,” terang Kasi Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Ponorogo Sudarmaji.
Jumlah siswa tidak lulus tersebar di berbagai sekolah swasta maupun negeri. SMKN Jenangan misalnya, dari sekitar 500 peserta yang tidak lulus sebanyak 21 siswa. Sedang SMK PGRI 2 dari sekitar 400 siswa yang tidak lulus sekitar 30 siswa. ”Dari jumlah siswa memang banyak, karena jumlah pesertanya juga paling banyak,” katanya.
Berbeda dengan SMK, jumlah siswa SMA yang tidak lulus justru cenderung sedikit. Dari sekitar 4.000 peserta unas, hanya 58 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Itu pun menyebar di berberapa sekolah negeri maupun swasta.
Meski demikian, para siswa tidak perlu khawatir. Sebab, dinas pendidikan akan menggelar ujian susulan pada tanggal 10 Mei mendatang. Ada dua pilihan bagi siswa yang mengikuti ujian susulan. Yakni, hanya mengikuti mata pelajaran yang dinyatakan tidak lulus atau mengikuti semua mata pelajaran yang diunaskan. ”Toh nanti penilaian kelulusan akan diambil nilai tertinggi antara unas dan susulan,” jelasnya.
Hasil unas tersebut rencananya akan dibagikan hari ini sekitar pukul 10.00. Sudarmaji mengaku teknis penyerahan hasil unas diberikan kepada sekolah yang bersangkutan. Bisa dibagikan di sekolah atau diantar ke rumah. Hanya, pihaknya berharap hasil tersebut diberikan ke orang tua langsung. ”Intinya jangan sampai ada konsentrasi massa siswa, karena rawan melakukan tindakan yang kurang sportif sebagai ekspresi lulus atau pun tidak lulus,” pintanya.
Lebih lanjut, Sudarmaji juga melarang para siswa melakukan konvoi kelulusan. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengamankan pengumuman kelulusan itu.
JPNN
Artikel yang berhubungan :
Komentar :