Ironis. Saat banyak warga miskin mengeluhkan layanan kesehatan, pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono Ponorogo diduga justru bancakan. Separoh laba penjualan obat-oabatan selama 2009 dibagi untuk pimpinan rumah sakit milik daerah itu. Seperti direktur utama (dirut), bagian klinik, perawatan, farmasi dan bagian lain di rumah sakit.
”Sungguh sulit memahami kebijakan bagi-bagi untung itu,” terang Puryono, anggota panitia kerja (panja) DPRD Ponorogo terhadap hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Temuan mengejutkan itu terungkap saat panja melakukan klarifikasi dengan dirut| RSUD. Pada 2009 keuntungan RSUD dari penjualan obat-obat mencapai Rp 1,09 miliar. Dari keuntungan tersebut yang disetorkan ke kas daerah hanya sekitar Rp 500 juta. Sisanya dibagi untuk pimpinan rumah sakit. ”Di hadapan panja direktur mengakui uang itu memang dibagi-bagikan,” tegas Puryono.
Menurut Puryono, hal tersebut menyalahi aturan. Sebab, RSUD merupakan bagian pemkab. Sehingga semua penghasilan dari rumah sakit disetorkan ke kas daerah. Baru jika membutuhkan biaya operasional mengajukan ke pengelola keuangan. ”Kesalahan itu sangat fatal, karena keuntungan itu sepenuhnya milik daerah. Bukan untuk dibagi-bagi,” tandas anggota dewan dari PAN ini.
Hal senada diungkapkan Agus Dermawan, wakil ketua panja dari PDIP. Menurut Agus, selain bancakan keuntungan obat, BPK juga menyoroti kerja sama pengadaan obat-obatan yang dilakukan RSUD. Selama ini kerja sama tersebut tidak dalam bentuk tertulis. Selain itu, kerja sama hanya diketahui dirut RSUD. ”Harusnya yang melakukan pemkab, bukan diurus RSUD sendiri. Sebab pada prinsipnya rumah sakit itu bagian pemkab,” tambahnya.
Rapat pembahasan RSUD itu kemarin berjalan alot. Hingga pukul 14.00, belum ada solusi. Kepada panja, Dirut RSUD Yuni Suryadi menyatakan pembagian itu didasarkan surat keputusan dirut. Begitu pula kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengadaan obat-oabatan. ”Katanya itu keputusan dirut yang sudah berlaku sejak dulu, padahal tidak ada dasar hukumnya. Untuk mencari solusi, rapat akan kami lanjutkan malam nanti” pungkas Agus Derwaman.
JPNN