Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) SMP di Ponorogo ternoda. Salah satu pengawas di SMP Negeri Slahung diduga membocorkan jawaban kepada siswanya. Itu terjadi saat ujian pada hari kedua Selasa (30/3) kemarin. ”Kami memang mendapat laporan itu dari salah satu keluarga siswa,” terang Burhanuddin, ketua komisi D DPRD Ponorogo.
Oknum pengawas berinial MS itu adalah guru salah satu Madrasah Tsanawiyah MTs di Slahung. Aksi pembocoran jawaban itu bermula saat MS menjadi pengawas di SMPN Slahung. Kebetulan, pada ruang kelas yang dijaga MS terdapat soal berlebih. Diam-diam, MS mengerjakan soal tersebut dan mengirimkan ke siswa di MTs-nya melalui short message service (SMS). ”Agar masalah itu segera selesai, maka kami datang ke SMPN Slahung untuk klarifikasi,” ujar anggota dewan dari PAN itu.
Namun, kedatangan komisi yang membidangi pendidikan tersebut sia-sia. Sebab, kalangan dewan tak bisa langsung klarifikasi dengan yang bersangkutan. Alasannya, MS sedang menjalankan tugas pengawasan. ”Kami minta kasek dan dinas secepatnya menyelesaikan persoalan itu. Jika terbukti, yang bersangkutan harus diberi sanksi tegas,” tandas Burhanuddin.
Sementara Kepala SMPN 1 Slahung Dandun Santoso mengatakan tidak tahu menahu tentang kebocoran jawaban itu. Namun pihaknya berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi DPRD untuk mengklarifikasi MS. Jika memang terbukti, Dandun akan melaporkan ke dinas pendidikan. ”Sanksi yang memberikan dinas, bukan kami,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Dwikora Hadi Meinanda, kepala dinas pendidikan (kadindik) Ponorogo. Dwikora mengaku belum tahu isu pengawas yang membocorkan jawaban itu. Untuk itu, pihaknya akan klarifikasi kepada yang bersangkutan. ”Akan kami cek dulu kebenarannya,” katanya singkat.
JPNN
Artikel yang berhubungan :
Komentar :