Tuesday, September 7, 2010 11:20

Musim Hujan, Perajin Gamping di Ponorogo, Paceklik

Oleh web admin pada Monday, March 22, 2010, 22:51

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai SEO Complete Guide for Wordpress Instant Internet Business Ideas

Sudah lebih dua bulan ini, perajin batu gamping di Sampung mengalami masa paceklik. Omzet penjualan batu gamping mereka turun drastis. Jika sebelumnya sehari bisa menjual dua hingga tiga rit, kini tinggal satu rit. Itu pun kadang tidak ada yang beli sama sekali. ”Sepinya minta ampun,” terang Susilo, 58, salah satu pekerja.

Dia mengatakan, turunnya omzet penjualan dipengaruhi cuaca. Saat musim penghujan seperti ini warga yang membangun juga sedikit. Selain itu, hingga kini proyek pemerintah juga belum dimulai. Praktis, mereka hanya menjual ke toko-toko langganan saja. ”Hanya pelanggan toko besar saja yang kadang masih datang membeli,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Sunardi, perajin lainnya. Turunnya omzet penjualan berdampak langsung pada penghasilan mereka. Jika biasanya dia bisa mendapat upah sekitar Rp 30 ribu, kini tinggal sekitar Rp 10 ribu. Sebab, dia hanya bisa menjual dua kubik gamping. Satu kubik saat ini harganya sekitar Rp 5.000. ”Karena penghasilan menurun, maka ya harus lebih hemat,” tuturnya.

Anjloknya omzet penjualan gamping tersebut juga berdampak berkurangnya perajin pencari gamping. Sebagin dari mereka memilih berpindah profesi menjadi pekerja di sawah. Kebetulan saat ini musim panen dan sebagian sudah tanam. Sehingga mereka bekerja harian kepada pemilik sawah. ”Daripada menganggur di rumah, ya bekerja di sawah saja untuk menambah penghasilan,” kata Suyadi, pekerja lainnya.

JPNN


Beri Tanggapan