Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP) yang tergabung dalam forum mahasiswa antidiskriminasi menggelar unjuk rasa. Mereka memprotes manajemen kampusnya yang dinilai diskriminatif kepada mahasiswa. Aksi demo dilakukan dengan menggelar orasi dan membentangkan berbagai poster kecaman terhadap pengelola kampus. ”Kampus saat ini seperti sudah berubah orientasi, hanya mementingkan fisik daripada pembangunan insan akademis,” terang Syauqi, salah satu peserta aksi, dalam orasinya.
Para mahasiswa juga menuntut transparansi pengelolaan dana Rp 2 miliar untuk rehabilitasi gedung kampus. Dikatakan, ada yang janggal dalam pembangunan tersebut. Sebab, sebelumnya kampus menjanjikan rehabilitasi itu sudah menyangkut perbaikan sarana kuliah. Seperti ruang kuliah yang berpendingin. Nyatanya, hal tersebut hanya janji-janji belaka. ”Dikemanakan anggaran sebesar itu, kok ruangannya masih angin cendela,” katanya.
Mahasiswa juga mengkritik kebijakan rektorat yang dinilai asal-asalan dalam pengelolaan beasiswa. Di mana, banyak penerima beasiswa tidak sesuai sasaran. Akibatnya hal itu menimbulkan kecemburuan antarmahasiswa. ”Harus ada standar penilaian khusus tentang penerima beasiswa itu, bukan asal-asalan seperti itu,” kritik mahasiswa lainnya.
Sementara, aksi mahasiswa tersebut ditanggapi dingin pihak kampus. Menurut Rektor UMP M Sulthon , selama ini pihaknya sudah transparan dalam pengelolaan kampus. Baik administrasi maupun kebijakan lainnya. Terkait hal-hal teknis, Sulthon mengaku akan segera menyelesaikannya. ”Kami kira hanya persoalan diskomunikasi saja, karena manajemen sudah sangat transaparan,” katanya singkat.
JPNN
Artikel yang berhubungan :
Komentar :