Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo telah usai. Namun, banyak anggota dewan setempat yang terkesan malas-malasan. Khususnya, dalam mengikuti persidangan di lembaga legislatif ini. Seperti kemarin (23/7) misalnya, sidang paripurna dengan agenda penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) bupati terhadap pelaksanaan APBD 2009 nyaris gagal.
Pasalnya, dari 50 anggota yang hadir hanya beberapa saja. Akibatnya, sidang yang diagendakan mulai pukul 08.00 molor dan baru dibuka pukul 10.00. ”Kami terpaksa harus menelepon satu persatu anggota yang belum hadir,” terang salah satu staf sekretariat DPRD setempat.
Yang menarik, meski sudah ditunda sekitar dua jam, masih banyak anggota dewan yang bolos. Ada sekitar 20 anggota dewan yang tidak hadir. Sebagian izin dengan alasan tertentu dan sebagian lainnya tanpa alasan yang jelas. ”Izin itu pun disampaikan hanya melalui SMS atau telepon,” tambah staf yang tak mau disebut namanya itu.
Pemandangan menarik juga terlihat saat proses sidang paripurna dimulai. Nyaris dua barisan bangku paling depan melompong. Hanya beberapa anggota dewan yang duduk di bangku barisan kedua. Padahal, rapat itu dihadiri Bupati Ponorogo H Muhadi Suyono dan unsur muspida. ”Harus kami akui kalau banyak anggota dewan yang tidak hadir. Kami sudah berupaya untuk memberitahu tapi kondisinya seperti itu,” kata Agus Widodo, ketua DPRD Ponorogo.
Meski banyak yang kosong, sidang dapat digelar sesuai agenda. Sebab jumlah anggota dewan yang hadir telah memenuhi kuorum paripurna. Di akhir persidangan, Agus Widodo meminta seluruh anggota dewan kembali menjalankan tugas dan fungsinya. Kalaupun ada kepentingan, pihaknya berharap saat sidang paripurna bisa hadir. Sebab rapat tersebut bersifat terbuka dan menjadi perhatian publik. ”Sidang itu kan salah satu peran anggota dewan, makanya ya marilah kita bersama-sama menjaga kredibilitas lembaga ini,” pungkasnya.
JPNN