Gencarnya promosi pendidikan yang digembar-gemborkan Pemkab Ponorogo tampaknya bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Buktinya, masih banyak bangunan fisik sekolah yang memprihatinkan. Salah satunya SDN 2 Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.
Sejak dibangun tahun 1981, gedung tersebut belum pernah tersentuh rehabilitasi. Akibatnya, banyak bagian bangunan yang rusak. Seperti tembok retak, kuda-kuda patah dan plafon compang-camping. ”Berulang kali pihak sekolah mengajukan permohonan tapi belum pernah direalisasikan,” terang Rodjikan, salah satu guru setempat.
Akibatnya, siswa menjadi kurang nyaman saat belajar. Khususnya, saat musim penghujan seperti saat ini. Sebab banyak air yang masuk ke ruang belajar. ”Pernah semua buku siswa basah karena atap bocor,” katanya.
Kondisi tak jauh memprihatinkan juga terjadi di ruang guru. Beberapa bagian tembok retak. Selain itu, banyak kuda-kuda yang patah sehingga harus di-congkok dengan bambu. ”Kalau hujan angin, para guru tidak berani menempati ruangan karena takut runtuh,” kata Iriani, guru lainnya.
Karena itu, sekolah berharap pemkab melalui dinas pendidikan turun tangan melakukan perbaikan gedung. Jika kondisi itu dibiarkan, dikhawatirkan mempengaruhi semangat belajar siswanya.
JPNN
Artikel yang berhubungan :
Komentar :