Bencana banjir kembali membawa korban. Sebuah jembatan di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, putus. Akibatnya, jalur lalu lintas yang menghubungkan kecamatan Sooko dan Pudak putus total. ”Karena tak bisa dilewati, ya terpaksa dialihkan,” terang Kepala Desa Jurug Danang Prihantoko.
Dikatakan, putusnya jembatan selebar delapan meter itu disebabkan pondasi jembatan retak diterjang banjir Kamis malam. Akibatnya badan jembatan bergeser hingga akhirnya roboh. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Hanya, seluruh kendaraan tak lagi bisa melintasi jembatan tersebut. ”Malam itu juga kami langsung memasang tanda penutupan jembatan,” tegasnya.
Karena jembatan putus, kini arus lalu lintas dari Sooko ke Pudak atau sebaliknya harus diputar melalui Desa Puru. Dengan jalur baru itu, warga harus memutar sekitar lima kilometer dari jalaur semula. ”Memang agak jauh, tapi karena jalan yang bisa dilalui itu ya harus ditempuh,” tambahnya.
Danang berharap pemkab segera turun tangan mengatasi persoalan itu. Sebab jembatan Jurug merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Sooko-Pudak dengan jarak yang lebih cepat. Selain jembatan Jurug, banjir juga menghancurkan dam Blimbing di Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo.
Kondisi dam itu kondisinya kian parah lantaran tiap hari diterjang banjir. Air menggerogoti badan bendungan sehingga merusak puluhan hektare ladang pertanian warga. ”Kalau kondisi seperti terus dibiarkan, bisa jadi akan terjadi kerusakan lahan yang makin luas. Sebab musim hujan masih cukup panjang,” kata Hadi Cahyono, warga setempat.
Dijelaskan, rusaknya dam tersebut telah membawa korban nyata bagi warga yang tinggal di pinggir kali. Yakni adanya erosi yang menyebabkan warga terpaksa membongkar rumahnya sendiri secara swadaya. ”Kami minta sekali-kali orang pemkab turun ke daerah melihat kondisi yang sebenarnya. Biar tahu persoalan yang mengancam warga disini,” pungkasnya.
Artikel yang berhubungan :
Komentar :