Friday, February 10, 2012 22:21


cara diet sehat


Angka Putus Sekolah di Ponorogo Masih Tinggi

Oleh pada Monday, May 24, 2010, 12:56

cara diet sehat

Jumlah siswa putus sekolah di Ponorogo masih cukup tinggi. Setidaknya, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Ponorogo menjaring 60 siswa drop out (DO). Itu pun baru dari tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Sawoo, Siman dan Sukorejo. ”Biar lebih fokus, kami baru melakukan di tiga kecamatan itu,” terang Bedianto, kepala dinsosnakertrans.

Siswa yang rata-rata hanya lulusan sekolah dasar atau putus saat SMP itu dikumpulkan untuk diberikan pelatihan. Mereka selama ini ada yang sudah bekerja maupun masih menganggur di rumah. ”Pelatihan ini tahap pertama, makanya harus diseleksi dulu,” katanya.

Pelatihan dilakukan di Balai Latihan Kerja (BLK) Karanglo Lor, Kecamatan Sukorejo. Selain pelatihan teknik ketrampilan, para siswa DO tersebut juga diberikan bimbingan motivasi. Khususnya tentang pentingnya progam belajar sembilan tahun. ”Prinispnya bagaimana mereka mau melanjutkan sekolah lagi, apakah sekolah formal atau nonformal,” tandasnya.

Menurut Ulli, 14, warga Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, pelatihan tersebut cukup berguna. Dia yang selama ini bekerja menjadi baby sitter tertarik lantaran tak sekadar memberikan pelatihan teknis. Tapi juga pendidikan nonformal. ”Dulu saya lulus SD langsung bekerja, tapi sekarang justru ingin sekolah lagi,” katanya.

Hal senada diungkapkan Yongki, 15, warga Desa Tumpuk juga. Menurutnya, siswa DO SMP atau hanya lulus SD cukup banyak. Rata-rata mereka memilih bekerja daripada sekolah. Alasannya, SMP cukup jauh. Selain itu, kondisi ekonomi mereka juga kurang mendukung untuk sekolah. ”Kalau ada sekolah gratis mungkin semua bisa melanjutkan sekolah,” tuturnya.

JPNN

Artikel yang berhubungan :

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

cara diet sehat


Komentar :